31 C
Makassar
Sabtu, April 17, 2021
BerandaEdukasiKuliah Umum Unimerz, Alimuddin: Bermacam SARA Menyatukan Kita

Kuliah Umum Unimerz, Alimuddin: Bermacam SARA Menyatukan Kita

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar, menggelar kuliah umum tahun ajaran 2019/2020 di lantai 5, Kampus Unimerz, Sabtu (21/9/2019).

Pembina Yayasan Dr. Alimuddin SH., MH memberikan sambutan di depan sekitar 1.700 mahasiswa yang berasal dari berbagai macam suku, agama, ras (SARA) di Unimerz ini.

BACA: Maju di Pilwali Makassar, Alimuddin: Saya Siap Diberi Amanah

“Tapi, bermacam-macam suku, agama, dan ras itulah yang menjadikan kita satu, sebagai Bangsa Indonesia,” ujar Alimuddin.

Lebih lanjut, Alimuddin menyebutkan, Unimerz untuk pertama kalinya, hari ini menggelar kuliah umum dengan status universitas. Sebab, sebelumnya kampus ini berbentuk STIKes dan STKIP, sehingga menjalani kuliah umum terpisah.

BACA: Kembalikan Formulir Pendaftaran, PDIP Makassar Sebut Alimuddin Kader Teladan

“Unimerz juga mendapat tambahan dua Prodi baru dari Kemenristekdikti, sehingga totalnya menjadi 21 Prodi,” jelas Alimuddin.

Selain itu, ada Prodi yang  akan dikembangkan yakni Apoteker lanjutan dari Farmasi, termasuk membuka S2 Farmasi.

“Yayasan juga masih mengusulkan Poltekes, kenapa? Karena Unimerz tdk bisa lagi buka D3 dan D 4,” papar Alimuddin.

Dia menyebutkan, visi Unimerz yakni terdepan dalam pengembangan pendidikan profesi.

Kuliah Umum bertemakan kampus sebagai integrasi bangsa dibawakan oleh perwakilan dari Direktorat Binmas Polda Sulsel, M. Darwis.

Sementara, Wakil Rektor (WR) 1, Ns. Julia Fitrianingsih, S.Kep., M.Kes., M.Kep, mengatakan, kuliah umum ini rutin dilakukan tiap tahun ajaran.

“3 minggu lalu, kami yudisium 1.000 alumnus, yang masuk 1.800 hingga hari ini. Tentuya, tantangan dan peluang mengelola dan mencetak individu intelektual bangsa. Kami harapkan, sebelum keluar nanti, sudah memiliki nilai-nilai bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Julia mengatakan, 14 tahun lalu sejak Unimerz berdiri, tidak pernah demo SARA. Maka, pihaknya harapkan ada nilai-nilai kebangsaan yang tertanam pada mahasiswa baru.

“Saat kuliah tidak mengelompokkan diri sesama etnis, bisa berbaur dengan yang di luar daerah. Era industri meningkatkan kemampuan teknologi, pemahaman literasi, skill teknis dan teknologi, etika dan perilaku yang kita harapkan dikedepankan” ujarnya.

- Advertisment -

Headline