31 C
Makassar
Senin, Januari 24, 2022
BerandaHealth4 Masalah Kulit yang Sering Dikira Jerawat Biasa, Padahal Bukan

4 Masalah Kulit yang Sering Dikira Jerawat Biasa, Padahal Bukan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum. Setiap orang setidaknya pernah sekali punya jerawat di wajahnya. Namun saking umumnya, banyak orang yang salah menganggap bintil merah di wajahnya hanya jerawat wajah biasa, padahal mungkin lebih serius dari itu. Ada beberapa masalah kulit yang menimbulkan gejala mirip jerawat. Apa saja masalah kulit tersebut?

1. Pitisporum folikulitis
Pitisporum folikulitis adaah infeksi jamur kulit yang menyebab folikel rambut teriritasi dan meradang. Kondisi kulit ini menampakkan gejala yang mirip dengan jerawat wajah biasa. Pitisporum folikulitis dapat dialami oleh pria dan wanita karena hampir semua orang memiliki ragi di kulitnya. Namun, hanya beberapa saja yang akan mengalami iritasi folikel ini.

Biasanya, ragi terdapat pada bagian kulit yang memiliki kadar minyak yang tinggi, seperti di punggung dan bagian muka. Nah, ketika kadar minyak meningkat, ragi akan berkembang dan bertambah banyak. Kemudian, ragi akan mengeluarkan nanah serta menutup kelenjar minyak. Hal ini yang dikira kebanyakan orang sebagai jerawat wajah.

2. Folikulitis gram negatif

Berbeda dengan pitisporum folikulitis, iritasi folikel rambut ini disebabkan oleh bakteri gram negatif. Jadi, infeksi bakteri ini kerap kali terjadi pada pasien yang menggunakan antibiotik dalam jangka panjang untuk mengatasi rosacea.

Antibiotik oral yang digunakan dalam waktu yang lama, akan menyebabkan perubahan bakteri normal pada kulit. Hal ini yang kemudian membuat bakteri tumbuh berkembang dan akhirnya menginfeksi. Gejala infeksi yang muncul akan seperti jerawat.

3. Dermatitis perioral

Dermatitis perioral adalah masalah kulit yang menimbulkan gejala bintil-bintil merah yang hampir mirip seperti jerawat wajah. Masalah kulit ini sering muncul pada bagian sekitar mulut. Iritasi kulit ini banyak terjadi akibat penggunaan krim steroid dalam jangka waktu yang lama.

BACA JUGA :  Cara Guru Daftar Vaksinasi Covid-19

Krim steroid yang biasanya digunakan sebagai obat jerawat ini, jika dipakai dalam waktu yang lama dapat menyebabkan dermatitis perioral. Biasanya, bila hal ini terjadi, dokter kulit akan mengganti krim steroid Anda dan memberikan antibiotik untuk mengatasi dermatitis yang terjadi.

4. Ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam)

Ingrown hair adalah kondisi rambut yang tumbuhnya ke dalam kulit, bukannya ke luar kulit. Ketika rambut-rambut ini tumbuh ke dalam bagian kulit, maka biasanya akan timbul benjolan-benjolan kecil, iritasi kulit, dan sedikit rasa nyeri. Ingrown hair yang kronis dapat menyebabkan timbulnya keloid hingga penggelapan kulit.

Bagi kaum pria, masalah kulit ini akan seperti jerawat wajah karena lebih banyak terjadi pada bagian janggut dan dagu. Biasanya, masalah kulit ini akan muncul setelah Anda mencukur rambut-rambut halus.

Sumber: hellosehat.com

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6