24 C
Makassar
Senin, Mei 10, 2021
BerandaHiburanBone Movie Maker Garap Film Pendek, Para Aktornya Bukan Orang Biasa

Bone Movie Maker Garap Film Pendek, Para Aktornya Bukan Orang Biasa

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Salah satu karya lokal kreativitas pemuda Kabupaten Bone di industri perfilman yang tergabung dalam “Bone Movie Maker Community” menggarap sebuah film pendek sejak bulan Juli dan berakhir 1 Oktober 2019.

Film yang digarap komunitas Bone Movie Maker dibuat dengan memanfaatkan berbagai potensi pemuda yang memiliki minat di perfilman dan selanjutnya diikutkan dalam lomba ajang bergengsi yakni “Police Movie Festival” yang diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri.

BACA: Dua Personil Polres Bone Naik Jabatan Komisiaris Polisi

Film ini diilhami dari film dokumenter yang sebelumnya digarap dan mengangkat sebuah kisah pencapaian tentang Bhabinkamtibmas yang berprestasi di Kampung Bajo yakni terjadinya konflik antar pemuda, salah satunya bagaimana peran Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan persoalan.

Uniknya, aktor film ini melibatkan Kapolres Bone AKBP Muh Kadarislam Kasim yang perannya sebagai Ustad, Dandim 1407 Letkol Inf Mustamin berperan sebagai Kapolres, dan Camat Tanete Riattang Barat Andi Arman Bobby berperan sebagai Lurah, Briptu Dwi Sura Sutrisno sebagai Briptu Andi Aco, Bripka Nuraeni sebagai Bhabinkamtibmas lama, Pelda Habibi sebagai Babinsa dan Rustan maupun Risman sebagai Bos Preman.

BACA: Rayakan HUT TNI Ke 74 Danyon C Datangi Kodim 1407 Bone 

Produser film, Ipda Dodie Ramaputra, mengatakan film yang dibuat pemuda Bone ini dapat menjadi karya yang unggul dan membanggakan di kanca nasional, serta menjadi motivasi bagi para pemuda yang lain khususnya di Bone untuk terus berkarya dan berprestasi.

“Momen Police Movie Festival yang diselenggarakan Divisi Humas Polri ini menjadi wadah mengeksplore kreatifitas SDM khususnya Bone. Sehingga para pemuda dari berbagai komunitas kami ajak untuk membuat suatu karya sehingga dapat menunjukan potensi masyarakat dan daerah yang kita miliki,” katanya kepada sulselekspres.com, Selasa, (08/10/2019).

Lanjut, Ipda Dodie Ramaputra menambahkan selama ini film dokumenter kita garap semua mendukung, bahkan masyarakat sangat antusias. Mereka terlihat sangat dekat dengan kepolisian dan tim produksi.

“Semoga ini menjadi stimulan menciptakan karya baru yang berdaya saing,” tambah Kanit Ekonomi Reskrim Polres Bone itu,

Sementara, itu Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, mengaku kaget dengan perannya ini. Sebab, bukan sebagai kapolres, melainkan sebagai ustad. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri baginya untuk berperan dengan baik.

“Saya di sini berperan sebagai ustad, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk berperan dengan baik. Awalnya saya mengira kalau saya tetap berperan sebagai Kapolres ternyata tidak, justra Pak Dandim yang memerankannya pengalaman saya ternyata proses pembuatan film ini cukup melelahkan, selain menyita waktu juga mengharuskan kita untuk mengahafal dialog dan total dalam berperan. Jadi pembuatan film itu sangat sulit,” akuinya.

Menurut, AKBP Muhammad Kadarislam mengungkapkan ide cerita ini juga sangat bagus karena mengangkat kehidupan masyarakat di Kampung Bajo yang berada di Kabupaten Bone serta peran Bhabinkamtibmas untuk menciptakan situasi yang aman kondusif.

“Insya Allah saya rasa film ini bisa menang dalam ajang Police Movie Festival yang diselenggarakan oleh Devisi Humas Polri,” ungkap Perwira berpangkat dua melati itu.

Sementara itu, Camat Tanete Riattang Barat A.Arman Bobby berperan sebagai Lurah mengapresiasinya.

“Saya di sini berperan sebagai pak Lurah, yang tentunya sangat menarik, menurut saya dan senang bisa bergabung dan terlibat dalam film ini. Semoga ini menjadi awal yang untuk membangkitkan perfilman di Kabupaten Bone,” kata A.Arman Bobby.

Diketahui adapun komunitas yang tergabung dalam Bone Mobie Maker yakni Timur Kota Phtography, B Click Comunity, Bangkalae Photography, Lensa Bone Photography, dan Gema Indonesia.

spot_img
- Advertisment -

Headline