23 C
Makassar
Selasa, April 20, 2021
BerandaDaerahBupati Bone Yakin SYL Bakal Buat Pertanian Indonesia Maju

Bupati Bone Yakin SYL Bakal Buat Pertanian Indonesia Maju

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk Kabinet Indonesia Maju di periode keduanya bersama wakilnya KH Ma’ruf Amin.

Komposisi menteri pada Kabinet Indonesia Maju ini terdapat wajah baru, salah satu nama tersebut, yakni mantan Gubernur Sulsel dua periode  Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga masuk dalam jajaran kabinet indonesia maju sebagai Menteri Pertanian (Mentan) periode 2019-2024.

Berbagai ucapan pun dan harapan yang disampaikan oleh berbagai kalangan baik dari Pemerintahan, Pengusaha, Tokoh Pertanian, hingga Kelompok Tani dan Masyarakat Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal tersebut Bupati Bone DR.H.A.Fahsar Mahdin Padjalangi merupakan salah satu orang dekat dengan sosok SYL.

Pasalnya, A. Fahsar pernah menjabat sebagai staf ahlinya di kala H. Syahrul Yasin Limpo menjadi Gubernur Sulsel. Saat itu, A.Fahsar baru saja kalah di Pilkada Bone melawan calon petahana A.Idris Galigo pada tahun 2008 dan dijadikan staf ahli oleh SYL.

“Atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat Bone mengucapkan selamat kepada komandan SYL atas terpilihnya menjadi menteri pertanian kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin semoga amanah,” ucapnya.

Bupati Bone dua periode bersyukur ada menteri asal Sulawesi Selatan
Ia pun meyakini sosok SYL, dengan segudang pengalaman menjadi birokrat dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri di bidang pertanian.

“Kita yakin SYL dapat membuat  bidang pertanian di Indonesia menjadi lebih baik lagi sesuai visi presiden Indonesia Maju,” kata mantan staf ahli gubernur ini kepada sulselekspres.com Kamis, (24/10).

Selain itu, A.Fahsar juga mengucapkan terimakasih atas pengabdian dan dedikasi A.Amran Sulaiman selama menjadi menteri pada kabinet kerja periode 2014-2019.

Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju, H. Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam 100 hari kerjanya akan memetakan data pertanian Tanah Air.

Dengan adanya pemetaan ini, menurut SYL data pertanian kedepan menjadi lebih jelas.

“Jadi selama 1-3 bulan kedepan, saya akan menyelesaikan dahulu pendataan,”ujarnya saat jumpa pers usai dilantik Presiden, Rabu, (23/10).

Dengan adanya data yang jelas, dapat diketahui gambaran pertanian setiap daerah.

“Data ini menjadi milik Kementerian Pertanian yang harus disepakati oleh semuanya. Tidak boleh kementerian lain punya data pertanian,” jelasnya.

Syahrul menilai, data menjadi penting karena menyangkut kondisi pertanian saat ini.

Apalagi  ketahanan suatu negara ini ditentukan ketahanan pangan.

Jika ketahanan pangan baik, maka negara tersebut keamanannya terjamin.

“Indonesia ini kelebihannya ada pada pertanian karena menjadi soko guru. Jadi ketahanan pangan harus diwujudkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Gubernur Sulsel periode 2008-2018 meminta agar semua pihak dapat bekerja secara fokus dan maksimal.

“Keberhasilan ini datangnya bukan dari saya sebagai Menteri Pertanian melainkan datang dari bawah lalu berakumulasi ke atas.  Makanya, kita harus bekerja sama untuk menyediakan pangan bagi 367 juta penduduk Indonesia,” katanya. (*)

Laporan: Yusnadi

- Advertisment -

Headline