23 C
Makassar
Jumat, April 16, 2021
BerandaDaerahKunjungan ke Bone, JK Berbagi Kenangan Saat di Bajoe

Kunjungan ke Bone, JK Berbagi Kenangan Saat di Bajoe

- Advertisement -

WATAMPONE, SULSELEKSPRES.COM – Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), mengaku memiliki kenangan tersendiri di Bajoe.

Di Bajoe inilah pertama kali orangtuanya memulai bisnisnya. Sehingga Bajoe merupakan salah satu tempat nostalgia baginya.

“Di Bajoe ini saya punya kenangan tersendiri yang tidak pernah saya lupakan. Di sinilah bapak saya pertama kali memulai dagang ditahun 1930 dan memiliki kedai di pasar Bajoe sebagai tempat berjualan keluarga,” kata JK.

Hal itu diungkapkan JK saat memberi sambutan peresmian Politeknik Bone, Minggu (6/10/2019). Pria kelahiran, Bone 15 Mei 1942 menjelaskan kenapa kita butuh Politeknik, dalam kemajuan ini salah satu syarat utama apapun dibutuhkan orang terampil.

“Ada dua macam orang, orang pintar dan orang terampil. Universitas tujuannya menghasilkan orang pintar, Politeknik tujuannya menghasilkan orang terampil, orang bisa kerja, mana lebih penting, dua-duanya penting tanpa orang pintar tidak bisa juga negeri ini maju, tapi tanpa skill, tanpa keterampilan negeri ini lebih tidak bisa maju lagi, siapa yang mau bikin jalan, siapa mau bikin pengairan, siapa mau bikin rumah yang baik, siapa yang mau bikin pabrik-pabrik industri dan non itulah orang terampil, bukan orang pintar saja,” ujar JK.

Karena itulah, lannjut JK, memang Politeknik itu ujungnya orang terampilnya. Berarti di dunia ini ada dua macam pendidikan. pendidikan untuk orang agar pintar dan berinisiatif dan pendidikan untuk orang terampil.

“Amerika dulu, utamanya mendidik orang pintar berinisiatif, berinovasi, tetapi Eropa dan Asia pada umumnya Jepang, Cina itu menghasilkan orang terampil karena itulah maka ciptaan ada di Amerika tapi dibikinnya di Jepang, Cina dan sebagainya. Kenapa setiap barang itu made in cina, made in jepang, dan sebagainya Maka, kita butuh hal secara bersamaan terampil,” jelasnya.

Lanjut, Jusuf Kalla menambahkan tidak ada negara yang bisa maju apabila penduduknya tidak pintar dan tidak terampil. Olehnya itu, dibutuhkan Universitas untuk menghasilkan orang pintar dan Politeknik untuk menghasilkan orang terampil atau skil keterampilan.

- Advertisment -

Headline