30 C
Makassar
Rabu, September 28, 2022
BerandaRagamAli Topan Disabilitas Peduli Lingkungan, Ajak Lengkapi Vaksinasi COVID-19

Ali Topan Disabilitas Peduli Lingkungan, Ajak Lengkapi Vaksinasi COVID-19

PenulisAndika
- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Siang itu, sesosok pria dengan alat bantu berjalan tampak sedang berbincang dengan peserta vaksinasi, dan membantu program vaksinasi COVID-19 inklusif di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Pinrang yang didukung oleh Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP), pada awal bulan Juli lalu.

Ali Topan, begitulah ia kerap disapa, saat itu menjadi bagian dari panitia vaksinasi sebagai relawan dari PPID (Persatuan Penyadang Disabilitas Indonesia), yang menjelaskan tentang pentingnya vaksinasi bagi teman-
teman disabilitas dan lansia.

“Saya merupakan anggota baru di PPID, ketika mendengar ada acara vaksinasi untuk disabilitas dan lansia, saya merasa terpanggil dan dengan senang hati membantu menginformasikan kegiatan ini. Vaksinasi ini penting untuk meringankan gejala, jika kita terpapar COVID-19,” jelasnya.

BACA JUGA :  Guru Besar Kedokteran Universitas Padjadjaran : Pandemi COVID-19 Masih Mengancam

Ayah dari satu anak perempuan ini sudah pernah terpapar COVID-19 dan gejalanya ringan karena sudah melakukan vaksinasi sebelum terinfeksi.

“Makanya di acara ini saya juga mengajak teman-teman saya di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pinrang dan teman-teman disabilitas lainnya yang totalnya berjumlah 20 orang. Saya ingin mereka juga terlindungi dari risiko COVID-19 yang lebih buruk, jika terpapar,” tambahnya.

“Di lingkup keluarga, saya lah yang justru aktif menjelaskan dan berhasil meyakinkan anak serta istri – yang bukan penyandang disabilitas – untuk mau menerima vaksin dosis lengkap. Sebelumnya mereka ragu dan cenderung menghindari ajakan vaksinasi,” cetusnya.

BACA JUGA :  Dokter Beberkan Penyebab Ratusan ODGJ di Sulsel Sembuh dari Covid-19

Ali Topan, penyandang disabilitas daksa, bukanlah sosok biasa. Keterlibatannya sebagai panitia seperti pada kegiatan vaksinasi tersebut, bukan kali pertama ia lakukan. Sebagai wujud perhatiannya pada kepedulian sosial, Ali aktif berbagi ilmu pengetahuan melalui perannya sebagai pembina Pramuka mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), tanpa mengenal hambatan di sekelilingnya.

“Saya ini masih sering dipanggil untuk mengajar anak-anak pramuka di Sekolah. Biasanya ditunjuk untuk menjadi pembicara, memberikan mereka motivasi. Setiap kali ada acara, saya selalu dipanggil pihak sekolah,” jelasnya.

Berbuat untuk lingkungan

Ali Topan adalah sosok yang istimewa. Disabilitas yang saat ini disandangnya, bukanlah kondisi sejak lahir, tetapi akibat kecelakaan kerja. Meski demikian, ia merupakan pribadi yang sangat rajin dan ulet. Bersama teman-temannya, pria yang juga pernah aktif di kegiatan kemanusiaan ini, membuat sebuah kegiatan menjaga lingkungan dengan aksi mengumpulkan dan memilah sampah.

“Saya juga sudah aktif dalam kegiataan kemanusiaan yang bermanfaat untuk orang lain. Kebermanfaatan hidup inilah yang perlu terus saya lanjutkan, namun kali ini saya ingin berbuat sesuatu untuk lingkungan lewat permasalahan sampah” katanya bersemangat.

Ketekunannya itu membuatnya semakin aktif menyalurkan minat dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Salah satunya adalah dengan mendirikan sebuah inisiatif berupa Bank Sampah. Bersama temannya, Ali Topan membuat unit bank sampah, yakni sistem pengumpulan dan pemilahan sampah yang dapat memiliki manfaat ekonomi. Mereka mengumpulkan dan memilah sampah-sampah plastik untuk kemudian dikirim ke bank sampah pusat di Makassar. Sehari-harinya, Ali Topan melakukan sosialisasi sekaligus mengumpulkan sampah dengan menggunakan sepeda motor roda tiga.

BACA JUGA :  Peniliti : Gejala Covid-19 dan Flu pada Anak-anak Hampir Serupa

“Keterbatasan membuat saya harus berpikir kreatif. Sehingga, saya coba kreasikan sebuah sepeda motor roda tiga. Sepeda motor ini sangat membantu mobilitas saya. Sekarang, saya bisa bepergian sendiri. Bahkan saya pernah lho, keliling ke delapan kabupaten untuk melakukan sosialisasi tentang sampah. Delapan kabupaten yang saya datangi itu adalah Pinrang, Enrekang, Toraja, Toraja Utara, Palopo, Wajo, Sidrap, dan kembali lagi Pinrang. Saya lakukan dengan mengendarai motor itu,” ceritanya.

Menjadi Solusi bagi Masalah Ekonomi dan Lingkungan Diam-diam mengukir prestasi, Ali Topan mendapat penghargaan khusus Kalpataru di tahun 2021 atas inisiatifnya mengelola sampah lingkungan.

“Saya melihat sampah merupakan masalah besar untuk lingkungan. Namun, saya melihat sampah juga mempunyai potensi jika dikelola dengan baik. Ini dapat menjadi solusi lingkungan dan juga ekonomi,” jelasnya.

Melalui sistem ini, Ali dan teman-temannya tidak hanya berkontribusi baik bagi lingkungan dan alam, tetapi ia juga mendapatkan keuntungan ekonomi dari hasil penjualan sampah plastik. Pekerjaannya dalam mengelola bank sampah ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah setempat karena upayanya menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah terhadap alam. Usaha yang sudah berjalan sejak tahun 2015 ini telah memperkerjakan sebanyak 50 orang untuk mengelola sampah.

BACA JUGA :  Pesan WHO untuk Indonesia soal Covid-19

Tak hanya pemerintah, masyarakat dan perusahaan juga mengapresiasinya dengan memberikan armada untuk mengangkut sampah, sebagai sumbangan dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu perusahaan.

”Saat ini, unit bank sampah kami memiliki total 4 armada yang sudah beroperasi. Kendaraan pengangkut sampah ini berasal dari perusahaan dan pemerintah daerah, yang setiap harinya membawa hasil sampah yang dikumpulkan ke bank sampah unit yang berasal dari desa dan kecamatan di Pinrang. Sampah plastik untuk kemudian dipilah dan dikirim ke Makassar,” paparnya.

Kisah Ali Topan ini sungguh menginspirasi, ia mampu memberikan manfaat pada lingkungan dan sesama manusia lainnya. Alih-alih berfokus pada hambatan apa yang ada di hadapannya, Ali tekun mencari solusi untuk menghilangkan hambatan yang ada di sekitarnya, demikian juga dengan orang-orang yang ada di sekitarnya terinspirasi akan semangat hidupnya. Dengan motto ‘Alam adalah sahabat Anda, namun alam juga dapat menjadi musuh Anda’, ia meyakini bahwa sebagai makhluk hidup yang diciptakan Bersama alam, kita harus menjaga keselarasan dan keseimbangan dengan alam. Selain memanfaatkan, kita juga harus mengembalikan kebaikan tersebut bagi alam, demi mengurangi dan mencegah terjadinya masalah lingkungan di masa depan.

spot_img

Headline