24 C
Makassar
Senin, Mei 10, 2021
BerandaRagamMahasiswi UNJ Meninggal Bukan Karena Gas Air Mata, Ternyata..

Mahasiswi UNJ Meninggal Bukan Karena Gas Air Mata, Ternyata..

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Dalam berita yang viral di media sosial Facebook sejak Sabtu, 28 September 2019 lalu ini, disebutkan bahwa seorang mahasiswi dari UNJ bernama Tazkiya Khairunnisa meninggal akibat kehabisan oksigen saat ikut demonstrasi. Tazkiya terpapar gas air mata hingga tidak lagi bisa menghirup udara segar.

Muhammad Abdul Basit, ketua BEM UNJ menyebut kabar ini hoaks. Hanya saja, mahasiswi yang bersangkutan memang meninggal dunia, namun bukan karena gas air mata, melainkan karena penyakit jantung yang memang sudah dideritanya.

BACA: Ketua DPRD Sulsel: Aspirasi Kami Sama Dengan Aspirasi Mahasiswa

BACA: Polda Sulsel Kerahkan Delapan Polres Kawal Aksi Jilid III

“Keliru itu beritanya. Beliau meninggal karena penyakit jantung yang sudah lama dideritanya. Beliau juga tidak terlibat dalam aksi mahasiswa kemarin,” terang Abdul seperti dikutip dari laman DokterSehat.com, Senin (30/1/2019).

BACA: Ini Bahaya Polusi dalam Ruangan

Sementara itu, Agus Haryono dari LIPI menyebut gas air mata memang bisa memberikan sensasi perih yang luar biasa pada mata. Bagi sebagian orang, hal ini juga bisa menyebabkan sesak napas, namun Agus memastikan bahwa gas air mata aman dan tidak mematikan.

“Secara umum, gas air mata tidak mematikan. Penggunaannya juga telah sesuai dengan standar sehingga aman untuk digunakan. Hanya saja, memang hal ini bisa membuat susah bernapas, batuk-batuk, hngga muntah-muntah. Karena alasan inilah orang yang memiliki riwayat asma, gangguan pernapasan, dan ibu hamil tidak disarankan untuk ikut demo yang berpotensi sampai terkena gas air mata,” terang Agus.

spot_img
- Advertisment -

Headline