24.3 C
Makassar
Jumat, Mei 14, 2021
BerandaRagamMeski Tak Merokok, Ternyata Kelebihan Tidur Beresiko Penyakit Jantung

Meski Tak Merokok, Ternyata Kelebihan Tidur Beresiko Penyakit Jantung

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kelebihan tidur ternyata jauh lebih beresiko seseorang terkena penyakit jantung, ketimbang orang yang kekurangan waktu tidur.

Dikutip dari detikhealt, Penelitian yang dipublikasikan di jurnal American College of Cardiology ini menyebut tidur kurang dari 5 jam sehari meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 52 persen.

Hal yang tidak terlalu mengejutkan, karena berbagai penelitian sebelumnya juga menyimpulkan hal yang sama.
Nah, penelitian yang sama juga menyebut bahwa tidur lebih dari 10 jam sehari berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga 2 kali lipat! Bahkan peningkatan risiko tersebut berlaku juga meski seseorang tidak merokok.

Lalu butuh tidur berapa lama sih idealnya? Disebutkan, peningkatan risiko masalah jantung tersebut bisa ditekan dengan tidur selama 6-9 jam sehari.

“Satu sisi, tidur terlalu banyak meningkatkan radang secara umum, tapi tidur terlalu sedikit merusak jaringan dan memicu kebiasaan buruk seperti pola makan tidak sehat yang menyebabkan sakit jantung,” kata para peneliti, dikutip dari Dailymail.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan dari Manchester University dan Massachusetts General Hospital mengamati sekitar 461 ribu responden. Mereka menganalisis berbagai hal, mulai dari genetika hingga riwayat sakit jantung

spot_img
- Advertisment -

Headline